Benteng Kolonial Eropa di Pulau Makian dan Pulau Moti: Kajian atas Pola Sebaran Benteng di Wilayah Maluku Utara

Bibliographic Details
Authors and Corporations: Mansyur, Syahruddin
Title: Benteng Kolonial Eropa di Pulau Makian dan Pulau Moti: Kajian atas Pola Sebaran Benteng di Wilayah Maluku Utara
In: Kapata Arkeologi, 11, 2016, 2, p. 97
published:
Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud
Physical Description:97
ISSN/ISBN: 1858-4101
2503-0876
Summary:<jats:p>In the early period of the spice trade, Makian Island Moti Island are the main source in the production of cloves. This condition is the main factor that attaracted tthe presence of Europeans that its influences still  can be traced recently. Evidence of the presence of European nations can be seen from the distribution of the fort in the island Makian and Moti Island. This research is intended to uncover the factors that underlie the formation of a network of fortifications in the two islands. Using the method of interpretation of the distribution pattern of the castle and the relationship between regions, this paper uncovered that the main factors the formation of a network of fortifications in the region is the natural conditions or geographical factors, so that consideration of the establishment of each fort associated with the monitoring of safety conditions, supervision of the marketing of cloves, as well as efforts to maintain the existence of a colonial power in the region.Pada periode awal perdagangan rempah-rempah, Pulau Makian dan Pulau Moti adalah sumber utama produksi cengkih. Hal inilah kemudian menjadi daya tarik kehadiran bangsa Eropa yang hingga saat ini masih dapat disaksikan jejak pengaruhnya. Bukti-bukti kehadiran bangsa Eropa tersebut dapat dilihat dari sebaran benteng yang ada di Pulau Makian dan Pulau Moti. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang melatari terbentuknya jaringan perbentengan yang ada di kedua pulau tersebut. Melalui metode penafsiran terhadap pola sebaran benteng dan hubungan antar wilayah, tulisan ini berhasil mengungkap bahwa faktor utama terbentuknya jaringan perbentengan di wilayah ini adalah kondisi alam atau faktor geografis, sehingga pertimbangan atas pendirian setiap benteng berkaitan dengan pengawasan terhadap kondisi keamanan, pengawasan terhadap tata niaga cengkih, serta upaya untuk mempertahankan eksistensi kekuasan kolonial di wilayah ini.</jats:p>
Type of Resource:E-Article
Source:Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud (CrossRef)
Language: Undetermined